Sosial media merupakan tools untuk aktualisasi diri sekaligus untuk memperluas aktivitas networking. Melaui sosial media, pengguna dapat melakukan posting aktivitas, foto, video, atau berinteraksi dengan sesama pengguna sosial media lain meskipun jaraknya berjauhan. Selain kegunaan sosial media untuk kepentingan personal, sosial media juga berperan dalam membantu seseorang dalam networking bisnis sampai dengan mencari pekerjaan atau merekrut karyawan. Salah satu aplikasi yang populer dalam lingkungan bisnis adalah LinkedIn. Aplikasi LinkedIn banyak digunakan untuk kepentingan bisnis antara lain memperluas relasi bisnis, staff recruitment, maupun melamar pekerjaan. Aplikasi LinkedIn ini juga populer di kalangan mahasiswa sebagai sarana untuk menujukkan minat, keahlian, maupun portofolio yang berguna dalam mendapatkan pekerjaan atau menambah relasi bisnis selepas masa kuliah.

Website LinkedIn
LinkedIn

Para HR atau recruiter tentu dapat melihat-lihat profil LinkedIn mahasiswa. Hal tersebut tentu adalah sebuah peluang bagi mahasiswa untuk bisa mendapatkan kesempatan untuk di review oleh HR atau recruiter yang sedang membutuhkan karyawan sesuai dengan ketentuan perusahaan. Untuk mendapatkan perhatian dari HR atau recruiter, mahasiswa perlu memperhatikan beberapa hal penting dalam membuat profil LinkedIn mereka agar menarik untuk disimak para HR atau recruiter yang sedang membutuhkan karyawan. Berikut beberapa tips untuk membangun persona yang baik pada akun LinkedIn mahasiswa :

1. Mencatumkan Identitas Asli.
Hal ini penting sekali untuk menujukkan profesionalisme mahasiswa dalam minat untuk terjun di dunia kerja. Dunia kerja adalah dunia profesional yang menuntut integritas, intelejensi, dan etika. Identitas asli merupakan salah satu nilai penting bagi mahasiswa untuk memperkenalkan, membangun kepercayaan dan mempromosikan dirinya ke perusahaan-perusahaan ataupun relasi bisnis.
2. Pajang Foto Profil yang Profesional.
LinkedIn adalah sarana dalam membangun personal branding. Salah satu upaya dalam membangun personal branding adalah melalui foto yang professional. Mahasiswa dapat memajang foto profil dengan pas foto menggunakan jas almamater, atau kemeja dengan rambut yang disisir rapi. Resolusi foto yang bagus juga akan menambah kesan yang baik di mata HR dan recruiter yang melakukan review.
3. Tulis Sesuatu yang Menarik.
Mahasiswa bisa menuliskan sesuatu di kolom “About” seperti jurusan kuliah yang sedang ditempuh saat ini, minat yang menjadi daya tarik, soft skills dan hard skills yang dimiliki saat ini, dan hal-hal positif lainnya yang bisa menjadi daya tarik HR atau recruiter. Dengan demikian HR atau recruiter mendapatkan gambaran positif mengenai profil LinkedIn mahasiswa yang dilihatnya dan merupakan peluang bagi mahasiwa untuk menjadi calon kandidat staff saat mahasiswa melakukan job apply.
4. Cantumkan Riwayat Pendidikan.
Riwayat pendidikan penting untuk dicantumkan sebagai informasi mengenai sejauh mana jenjang pendidikan dan jurusan apa yang sudah atau sedang ditempuh oleh mahasiswa. Bagi mahasiswa, riwayat pendidikan ini penting untuk mengetahui kesesuaian antara jenjang pendidikan yang ditempuh dengan posisi pekerjaan yang akan dilamar. Selain itu, dengan mengetahui riwayat pendidikan mahasiswa memudahkan HR dan recruiter untuk menyeleksi calon kandidat staff yang dibutuhkan untuk mengisi sebuah posisi.
5. Masukkan Pengalaman Organisasi dan Portofolio.
Mencantumkan pengalaman organisasi dan portofolio pada profil LinkedIn merupakan hal yang penting untuk menujukkan apa saja pengalaman dan proyek atau pekerjaan yang pernah dikerjakan oleh mahasiswa. Dengan begitu, akan menambah impresi bagi HR atau recruiter saat melihat profil LinkedIn mahasiswa yang bersangkutan. Semakin banyak pengalaman organisasi dan portofolio yang dicantumkan maka akan semakin meningkatkan peluang mahasiswa untuk direkrut oleh sebuah perusahaan.
6. Bagikan Aktivitas Menarik.
Aktivitas kemahasiswaan yang dibagikan dapat menujukkan bahwa mahasiswa aktif dalam kegiatan-kegiatan yang positif. Hal ini turut meningkatkan personal branding mahasiswa kepada perusahaan atau HR dan recruiter.
7. Minta Rekomendasi.
Dalam sebuah jejaring pertemanan di LinkedIn, mahasiswa bisa meminta sesama pengguna LinkedIn agar satu atau beberapa dari “Keahlian” atau “Skills” untuk direkomendasikan, hal ini dapat berlaku sebaliknya. Rekomendasi merupakan salah satu upaya legitimasi bahwa mahasiswa yang direkomendasikan adalah ahli di suatu bidang.
8. Selalu Aktif Menambah Network.
Mahasiswa dapat aktif untuk mengikuti akun HR, recruiter, akun perusahaan, atau akun lowongan kerja di LinkedIn agar selalu mendapatkan update info mengenai sejumlah event atau lowongan pekerjaan terkini. Profil mahasiswa pun berpeluang untuk dilihat banyak pengguna LinkedIn lainnya apabila aktif dalam mengikuti akun. Hal ini dapat meningkatkan kesempatan mahasiswa untuk menjadi incaran HR atau recruiter apabila profil yang ditampilkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Baca Juga : Karir Data Analyst

Tips diatas dapat membantu mahasiswa untuk segera memperoleh karir selepas masa kuliah nanti, atau bahkan beberapa perusahaan yang berminat akan merekrut mahasiswa yang masih berkuliah dalam program internship mereka. Penggunaan sosial media dengan bijak akan membawa dampak yang positif bagi mahasiswa yang sedang berkuliah dan ingin segera mendapatkan kesempatan berkarir. Penting juga diperhatikan bagi mahasiswa, bahwa beberapa perusahaan akan melakukan background checking dengan mengecek sosial media lain yang dimiliki mahasiswa seperti facebook, Instagram, dan twitter. Oleh sebab itu, agar mahasiswa mendapatkan impresi yang baik dari HR dan recruiter, serta agar peluang berkarir mahasiswa semakin terbuka, mahasiswa perlu melakukan filter mengenai sesuatu yang akan diposting di sosial media.

Oleh : HTW