Dewasa ini perkembangan teknologi mempunyai peran yang besar dalam memajukan segmen ekonomi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya perusahaan yang mulai mengadopsi dan mengembangkan teknologi dalam upaya mengimplementasikan digital corporate. Ditambah lagi, kemunculan tech startup dari skala kecil sampai dengan skala Unicorn yang sangat berpengalaman dalam bidang sistem teknologi informasi dan komunikasi turun menambah daya saing dalam dunia industri. Itu artinya semakin banyak generasi-generasi muda yang dibutuhkan sebagi ujung tombak dalam menghadapi arus perubahan dunia yang begitu masif. Oleh sebab itu, Indonesia harus mampu bersaing dengan negara-negara di Asia Tenggara, Benua Asia, bahkan internasional agar tidak ketinggalan gerbong perubahan yang sedang berjalan sangat kencang.

Pendidikan dan ilmu pengetahuan adalah sebuah fondasi yang harus dibangun dengan kokoh agar sebuah negara dapat memiliki bibit-bibit unggul yang siap dalam menghadapi persaingan di dunia industri. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengupayakan adanya pembaharuan sistem pendidikan agar generasi-generasi penerus bangsa dapat dengan aktif, cepat, dan tanggap dalam menghadapi setiap perkembangan zaman. Karena harus berpacu dengan perkembangan zaman itulah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menggagas sebuah kebijakan yang bernama Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).

Merdeka Belajar – Kampus Merdeka adalah program persiapan karir dengan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia kerja untuk mengasah kemampuan sesuai minat. Dalam Buku Panduan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, Mendikbud Nadiem Makarim menerangkan tentang Kemerdekaan Belajar yakni “memberi kebebasan dan otonomi kepada lembaga pendidikan, dan merdeka dari birokratisasi, dosen dibebaskan dari birokrasi yang berbelit serta mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang mereka sukai”.

Website Merdeka Belajar - Kampus Merdeka
Website Kampus Merdeka

Melalui kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, terdapat pembaharuan sistem pembelajaran yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh mahasiswa berupa pembelajaran hard skills maupun soft skills yang didapatkan agar mahasiswa lebih siap dalam menghadapi dunia usaha maupun dunia kerja yang akan dijalani oleh mahasiswa selepas kuliah kelak. Selain itu, fleksibilitas yang ditawarkan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka dapat menarik mahasiswa untuk semakin mengasah kemampuan sesuai dengan bidang yang diminatinya. Terdapat beberapa keunggulan kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka yang dirasakan oleh mahasiswa antara lain :

  1. Kegiatan praktek di lapangan akan dikonversi menjadi SKS
  2. Eksplorasi pengetahuan dan kemampuan di lapangan selama lebih dari satu semester
  3. Belajar dan memperluas jaringan di luar program studi atau kampus asal
  4. Menimba ilmu secara langsung dari mitra berkualitas dan terkemuka

Keunggulan program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka membuat kegiatan perkuliahan menjadi lebih inovatif dan menarik bagi mahasiswa. Selain itu, peluang untuk semakin dekat dengan karir yang dituju mahasiswa juga terbuka lebar. Hal ini karena mahasiswa memiliki kesempatan untuk dapat mengambil mata kuliah di luar program studinya, bahkan di luar perguruan tingginya seperti yang tertuang pada Pasal 15 Permendikbud No. 3 Tahun 2020 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi yaitu :

Ayat (1) Bentuk Pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (5) dapat dilakukan di dalam Program Studi dan di luar Program Studi.

Ayat (2) Bentuk Pembelajaran di luar Program Studi sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) merupakan proses pembelajaran yang terdiri atas :

  1. Pembelajaran dalam Program Studi lain pada Perguruan Tinggi yang sama.
  2. Pembelajaran  dalam Program Studi yang sama pada Perguruan Tinggi yang berbeda
  3. Pembelajaran dalam Program Studi lain pada Perguruan Tinggi yang berbeda
  4. Pembelajaran pada lembaga non Perguruan Tinggi

Sebagai fokus pembelajaran terdapat pula peraturan yang mengatur mahasiswa yang ingin mengambil mata kuliah di luar program studinya yakni tertuang pada  Pasal 15 Permendikbud No. 3 Tahun 2020 ayat (6) yang berbunyi “Proses pembelajaran di luar Program Studi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c dan huruf d dilakasanakan hanya bagi program sarjana dan program sarjana terapan di luar bidang kesehatan.”

Secara lebih mendetil kesempatan pembelajaran mahasiswa di luar program studi dan di luar perguruan tinggi diatur pada Pasal 18 ayat (3) Permendikbud No. 3 Tahun 2020 yaitu :

Huruf (b) 1 (satu) semester atau setara dengan 20 (dua puluh) satuan kredit semester merupakan Pembelajaran di luar Program Studi pada Perguruan Tinggi yang sama; dan

Huruf (c) paling lama 2 (dua) semester atau setara dengan 40 (empat puluh) satuan kredit semester merupakan :

  1. Pembelajaran pada Program Studi yang sama di Perguruan Tinggi yang berbeda;
  2. Pembelajaran pada Program Studi yang berbeda di Perguruan Tinggi yang berbeda; dan/atau
  3. Pembelajaran di luar Perguruan Tinggi.               

Dalam upaya mendukung berjalannya kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka terdapat program-program di dalamnya yang dapat dipilih oleh mahasiswa untuk dapat meningkatkan ilmu, wawasan, dan pengalaman sebagai dasar untuk meniti karir, berwirausaha, maupun menjalani berbagai macam peran dalam kehidupan bermasyarakat kelak. Program-program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka antara lain :

  • Magang Kampus Merdeka, merupakan kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa untuk belajar melalui aktivitas di luar Perguruan Tinggi berupa kegiatan yang bersentuhan langsung dengan dunia kerja nyata di perusahaan mitra Perguruan Tinggi. Program ini bertujuan untuk memberikan ilmu, wawasan, dan pengalaman kepada mahasiswa mengenai aktivitas dunia kerja yang sebenarnya sehingga nantinya mahasiswa memiliki kesiapan ilmu dan mental saat menghadapi dunia kerja pasca masa kuliah.
  • Studi Independen Kampus Merdeka, merupakan kegiatan pembelajaran mahasiswa di luar Perguruan Tinggi di perusahaan mitra. Di dalam program ini mahasiswa dapat memilih perusahaan mitra yang seusai dengan bidang yang akan dipelajari atau dikembangkan lebih jauh. Melalui program ini mahasiswa mendapatkan pembelajaran secara langsung dari pakar di bidang yang dikehendaki mahasiswa sehingga nantinya mahasiswa akan memiliki kompetensi yang spesifik sesuai kebutuhan industri.
  • Indonesia International Student Mobility Award (IISMA), merupakan program beasiswa yang dikelola secara terpusat oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Program IISMA merupakan program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa tingkat Sarjana (S1) pada semester 4-7 di Perguruan Tinggi di dalam negeri untuk belajar di Perguruan Tinggi mitra di luar negeri yang ditunjuk oleh Kemendikbud. Dalam program beasiswa ini mahasiswa diwajibkan untuk mengambil mata kuliah yang diminati selama satu semester di Perguruan Tinggi mitra yang disetarakan hingga 20 satuan kredit semester (SKS). Untuk dapat mengikuti program IISMA mahasiswa harus mengikuti prosedur sesuai ketentuan antara lain pendaftaran dan pengumpulan berkas serta lulus dalam seleksi dan wawancara. Melalui program IISMA mahasiswa dapat memiliki pengalaman lintas budaya serta dapat memiliki kesempatan untuk mempunyai jaringan internasional yang luas.
  • Bangkit by Google, Goto, Traveloka, merupakan program pembelajaran bagi mahasiswa Program Sarjana (S1) dan Vokasi (D4) yang sudah menuntaskan semester 5. Program Bangkit menawarkan 3 jalur pembelajaran yaitu machine learning, mobile development, dan cloud computing. Melalui program ini mahasiswa mendapatkan pembelajaran setara 20 satuan kredit semester (SKS). Beberapa manfaat yang diterima oleh mahasiswa ketika mengikuti program Bangkit antara lain mendapatkan Sertifikat Google, mendapatkan peluang kerja melalui Bangkit Career Fair, serta berkesempatan untuk menjadi salah satu dari 15 tim terpilih untuk menerima dana inkubasi untuk proyek yang sedang dikerjakan oleh mahasiswa. Dengan mengikuti program Bangkit, mahasiswa mendapatkan materi mengenai basis teknologi terkini yang dapat menjadi penunjang karir mahasiswa di masa mendatang.
  • Kampus Mengajar, adalah program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk membantu tenaga pengajar dan kepala sekolah pada jenjang SD dan SMP selama satu semester. Dalam kegiatan Kampus Mengajar terdapat beberapa kegiatan yang dijalankan oleh mahasiswa, antara lain :
    • Membantu guru dalam pelaksanaan pembelajaran baik tatap muka maupun daring, khususnya dalam pembelajaran literasi dan numerasi
    • Membantu adaptasi teknologi dalam proses pembelajaran
    • Mendukung kepala sekolah dalam bidang administrasi dan managerial sekolah
    • Sosialisasi produk pembelajaran Kemendikbudristek.
  • GERILYA (Gerakan Inisiatif Listrik Tenaga Surya), merupakan program yang disiapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bagi mahasiswa eksakta minimal semester 6 yang dilaksanakan dalam periode 1 semester. Program GERILYA adalah program bagi mahasiswa yang mempunyai minat untuk mengembangkan kompetensi secara spesifik di bidang energi bersih, terutama pembangkit listrik tenaga surya.
  • Membangun Desa/KKN Tematik, adalah program kolaborasi dengan Kementerian Desa , Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. KKN Tematik merupakan program kegiatan mahasiswa di desa terpencil atau desa tertinggal agar mahasiswa mempunyai kemampuan dalam berkomunikasi dengan masyarakat setempat untuk mengidentifkasi masalah maupun penggalian potensi agar desa yang menjadi tempat KKN (Kuliah Kerja Nyata) dapat berkembang. Melalui program KKN Tematik diharapkan mahasiswa dapat membantu memberdayakan dan mengelola dana desa agar lebih efektif untuk perkembangan desa. Di samping pengelolaan dana desa, mahasiswa juga diharapkan mentransfer ilmu pengetahuan, teknologi, dan ketrampilan agar masyarakat desa memiliki edukasi yang baik tentang ilmu yang berkembang saat ini. Pengelolaan sumber daya masyarakat desa akan berdampak positif pada percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.
  • Pejuang Muda Kampus Merdeka, adalah program kolaborasi dengan Kementerian Sosial yang bertujuan untuk terjun langsung dalam kegiatan sosial di area pasca bencana maupun area terkategori miskin. Dalam program Pejuang Muda Kampus Merdeka terdapat beberapa fokus program yang dapat dipilih mahasiswa, yakni :
    • Pengambangan Program Bantuan Sosial
    • Pemberdayaan Fakir Miskin dan Lansia
    • Pola Hidup Sehat dan Kesehatan Lingkungan
    • Fasilitas untuk Kepentingan Umum. Melalui program Pejuang Muda Kampus Merdeka, mahasiswa yang berkolaborasi dengan Kementerian Sosial dapat belajar mengenai perancangan maupun eksekusi kebijakan yang relevan dengan kebutuhan daerah setempat.
  • Pertukaran Mahasiswa Merdeka, adalah program yang memungkinkan mahasiswa untuk mengambil mata kuliah baik sesuai dengan program studi ataupun di luar program studi di Perguruan Tinggi yang sama maupun Perguruan Tinggi yang berbeda. Program ini juga membuka peluang kepada mahasiswa untuk melaksanakan pembelajaran di Perguruan Tinggi mitra di luar negeri. Melalui program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, mahasiswa dapat lebih mengenal keanekaragaman budaya yang mempunyai dampak positif terhadap persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Proyek Kemanusiaan, merupakan program kemanusiaan yang dapat dikolaborasikan dengan institusi yang bergerak di bidang kemanusian baik dalam negeri (BPBD, PMI, BNPB, dll) maupun luar negeri  (UNESCO, UNICEF, WHO, dll). Salah satu implementasi Proyek Kemanusiaan ini adalah tanggap darurat bencana. Proyek Kemanusiaan dapat dijalankan oleh mahasiswa dalam kurun waktu satu semester pada daerah-daerah yang terdampak bencana alam seperti gunung meletus, banjir, gempa bumi dan sebagainya. Melalui Proyek Kemanusiaan diharapkan mahasiswa mampu memiliki tingkat moral dan kemanusiaan yang tinggi serta siap dalam mengadapi situasi kedaruratan yang bisa datang kapan saja.
  • Penelitian/Riset, adalah program kolaborasi dengan Lembaga Riset atau pusat studi bagi mahasiswa yang memiliki keinginan menjadi peneliti atau ilmuwan. Melalui program Penelitian/Riset mahasiswa dapat menjadi asisten peneliti di sebuah Lembaga Riset. Hal ini dapat membuat mahasiswa semakin memiliki cara berpkir yang kritis untuk mendukung kemampuan dalam bidang penelitan dan riset.
  • Wirausaha Merdeka, merupakan program yang digagas bagi mahasiswa yang memiliki keinginan untuk menjalani wirausaha selepas kuliah nanti. Mahasiswa dapat memilih program belajar di Perguruan Tinggi yang menyediakan program kewirausahaan. Program Wirausaha Merdeka memberikan dasar-dasar ilmu wirausaha kepada mahasiswa serta mengajarkan pengalaman berwirausaha sehingga selepas kuliah nanti mahasiswa mampu mengiplementasikan ilmu yang telah didapat. Hal ini mampu memberikan efek positif bagi perkembangan ekonomi di Indonesia antara lain, terciptanya lapangan kerja baru, meningkatnya kesempatan kerja, serta mendorong lahirnya produk-produk baru sebagai komoditas untuk meningkatkan devisa negara.

Program-program dalam kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka dapat meningkatkan motivasi mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan sebagai persiapan dalam menghadapi industri yang semakin berkembang. Mengutip kalimat dari Prof. Rhenald Kasali “masa depan bukanlah warisan orang tua, melainkan upaya kaum muda. Merekalah yang buat dan tentukan akan seperti apa” tentunya merupakan sebuah gambaran bahwa masa depan kaum muda nantinya adalah berawal dari apa yang mereka lakukan saat ini. Pembaharuan-pembaharuan yang terus dilakukan adalah upaya untuk terus menciptakan generasi bangsa yang berkualitas baik secara intelejensi, etika, maupun moral.

Dengan terlaksananya kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, mahasiswa tidak hanya belajar dari sisi keilmuan, tapi juga bagaimana ilmu yang mereka dapatkan bisa diterapkan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat supaya lebih baik. Lebih lanjut adalah, bagaimana nantinya mahasiswa bisa memiliki rasa empati sehingga tercipta harmonisasi kehidupan dimulai dari lingkungan sekitarnya sampai ke taraf masyarakat Indonesia yang lebih luas.

Referensi :
Buku Panduan Merdeka Belajar Kampus Merdeka 2020
https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/

Oleh : HTW