Ekonom Sebut Pesantrenpreneur ala HIPMI Jadi Pendorong Ekonomi Umat

Masuk Tahun Pilkada, Pakar Ekonomi Tekankan Pemerintah Perlu Jaga Sentimen Investasi
3 September 2018

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) punya program untuk memberdayakan kekuatan ekonomi pondok pesantren. Caranya, dengan menggagas ekonomi berbasis umat lewat pesantrenpreneur. Langkah itu mendapat dukungan dari berbagai kalangan karena dinilai positif.

Ekonom dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) Dias Satria misalnya. Dia sepakat jika pondok pesantren yang memiliki sumber daya manusia berlimpah dijadikan penggerak di masyarakat.

”Lewat pesantrenpreneur, pesantren bisa menjadi jantung kekuatan ekonomi umat. Jadi salah satu titik berangkat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi,” ujar Dias, Selasa (8/5).

Doktor ekonomi lulusan University of Adelaide itu mengatakan, untuk membangun kekuatan ekonomi pesantren membutuhkan proses panjang yang harus dilalui. Yang paling krusial adalah, mendorong perubahan mindset untuk konsisten. Pesantren tidak hanya mendorong peningkatan pendidikan agama, tapi juga kurikulum kewirausahaan.

Dia menambahkan, pesantrenpreneur harus menjadi wadah collective actions. Sebab, menjadi kekuatan besar untuk melakukan sebuah kolaborasi yang bisa berdampak signifikan ke masyarakat.

Kepala Program Internasional FEB UB ini menyebut, program Pesantrenpreneur juga bisa menjadi embrio untuk semakin memperkuat ekonomi syariah di Indonesia. Sebab, pasar tidak hanya butuh barang yang halal, tapi juga butuh tata niaga yang Islami.

’’Perilaku bisnis dalam rantai produksi yang beretika. Dan itu bisa dimulai dari pesantren. Pesantrenpreneur bisa melahirkan santri pengusaha yang mengisi ceruk pasar tersebut,” ujar Dias.

Sementara itu, Ketua HIPMI Jatim Mufti Anam mengatakan, program Pesantrenpreneur siap diresmikan pada 12 Mei mendatang di Pesantren Bayt al-Hikmah, Pasuruan. Peresmian itu direncanakan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo, jajaran menteri kabinet kerja, Ketua HIPMI Pusat Bahlil Lahadalia, dan sejumlah tokoh nasional.

”Tujuan Pesantrenpreneur ini antara lain menggerakkan ekonomi kaum muda santri hingga ke pelosok desa yang merupakan basis pesantren. Ini saling menopang dengan konsep membangun dari pinggiran yang dijalankan pemerintah,” ujarnya.

Program pesantrenpreneur akan dijalankan secara terintegrasi. Mulai pelatihan, pendampingan, permodalan, hingga pemasaran. Salah satu wujud awal program ini adalah pembukaan gerai Ummart di 10 pesantren yang menjadi sarana pemasaran produk-produk lokal pesantren dan produk UMKM desa sekitar pesantren.

Acara peresmian juga akan ditandai dengan talkshow kewirausahaan yang menghadirkan pengusaha nasional Chairul Tanjung, CEO Bukalapak Ahmad Zaky, dan sejumlah pebisnis lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *