Sejarah

Keberadaan Program Pascasarjana (Magister dan Doktor) di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) memiliki perjalanan
yang panjang. Pada awalnya, pendidikan pascasarjana hanya diselenggarakan
oleh universitas. Namun seiring dengan berjalannya waktu, sejak tahun 2006
penyelenggaraan pendidikan pascasarjana diserahkan kepada fakultas yang relevan.
Program studi (Prodi) pertama yang menjadi embrio Program Pascasarjana
FEB UB adalah Program Magister Manajemen. Secara resmi, Prodi ini berdiri pada
tahun 1996, melalui Surat Keputusan Derektorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor
493/DIKTI/KEP/1996 tertanggal 31 Agustus 1996. Setelah itu, berdiri Program Doktor
dengan kekhususan Manajemen (PDIM) pada tahun 2000 melalui Surat Keputusan
Dirjen Dikti Nomor 50/DIKTI/KEP/2000. Tidak lama kemudian muncul prodi yang
lain. Tepatnya pada tanggal 4 Juli 2001, berdiri Program Magister Ilmu Ekonomi
melalui Surat Ijin Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 2294/D/T/2001.
Disusul kemudian berdirinya Program Magister Sains Akuntansi melalui Surat Ijin
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 2844/D/T/2001 tertanggal 31 Agustus
2001.
Setelah semua Prodi tersebut di atas pengelolaanya pindah ke FEB UB
pada tahun 2006, berdirilah dua Prodi Doktor baru. Yang pertama adalah Program
Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE), sesuai Surat Ijin Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi Nomor 1504/D/T/2007 tertanggal 22 Juni2007. Berikutnya Program Doktor
Akuntansi (PDIA), sesuai Surat Ijin Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor
1575/D/T/2007 tertanggal 29 Juni 2007.
Dengan demikian, sejak tahun 2007, FEB UB sudah memiliki program
pendidikan yang lengkap mulai jenjang S1, S2, dan S3 untuk semua bidang keilmuan
(Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi). Sejak dikelola oleh fakultas, Program
Pascasarjana FEB UB telah berkembang dengan cepat. Bahkan beberapa prodi sudah
terakreditasi secara internasional dan dipercaya untuk menyelenggarakan program
double degree dengan perguruan tinggi luar negeri. Ke depan, internasionalisasi
semacam ini akan tetap menjadi prioritas.